PENGERTIAN SEJARAH,
KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
ISLAM, MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH,
METODOLOGI
PENULISAN SEJARAH
A. Pendahuluan
Sejarah merupakan suatu rujukan yang sangat penting
saat kita akan membangun masa depan. Berkaitan dengan itu kita bisa tahu apa
dan bagaimana perkembangan islam pada masa lampau. Namun, kadang kita sebagai
umat islam malas untuk melihat sejarah. Sehingga kita cenderung berjalan tanpa
tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah
sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah
kisah yang patut kita pelajari untuk merancang serta merencanakan matang-matang
untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan dengan kekuatan apa
pun.
Islam diketahui memiliki karakteristik yang khas di
bandingkan dengan agama-agama yang datang sebelumnya. Di era globalisasi ini,
banyak masyarakat dan khususnya bagi para pelajar yang acuh tak acuh dengan
sejarah Negara, apalagi sejarah paradaban islam. Dewasa ini mereka hanya
memandang sejarah sebagai dongeng yang membosankan untuk di dengar. Padahal,
sejarah, apalagi sejarah peradaban islam sangat penting bagi kita semua.
B. Rumusan
masalah
Sebagaimana diuraikan diatas, maka dalam makalah ini akan
membahas beberapa masalah tentang:
1.
Apa Pengertian Sejarah?
2.
Apa Pengertian
Kebudayaan?
3.
Apa Pengertian Sejarah
Peradaban Islam?
4.
Apa Manfaat
Mempelajari Sejarah?
5.
Bagaimana
Metodologi Penulisan Sejarah?
C.
Pembahasan
1.
Pengertian
Sejarah
Pengertian “sejarah”
secara etimologi dapat ditelusuri dari asal kata Arab syajarah yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh
(تاريخ
). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah
waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa
Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian
dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia.
Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti
sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal
istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat
beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah
berasal-muasal, dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal
dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman
geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal
gescheiedenis.
Melihat pada makna secara kebahasaan dari berbagai
bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan
waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu
peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat
periodisasi.
Sedangkan pengertian Sejarah Menurut para
tokoh diantaranya yaitu:
1. Roeslan
Abdulgani, mengemukakan bahwa sejarah ialah ilmu yang
meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat
serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan
maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan
perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta
arah progres masa depan. Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama
penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang, dan ketiga ke masa yang akan
datang. Atau dengan kata lain, dalam penyelidikan masa silam tidak dapat
melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang dihadapi,
dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari perspektif masa depan.
2. Moh. Yamin,
SH,
memberikan definisi sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas
hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
3. Ibnu
Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang
masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang
terjadi pada watak masyarakat itu.
Dari beberapa pengertian sejarah menurut para tokoh
diatas dapat penulis tarik kesimpulan bahwa sejarah menyangkut seluruh
perubahan dan perkembangan kehidupan manusia serta semua
peristiwa masa lalu adalah sejarah. Sejarah dapat membantu siswa untuk memahami
perilaku manusia dalam tujuan masa kini dan masa depan yang baru.
2.
Pengertian Sejarah Kebudayaan
Islam
Kebudayaan berasal dari kata “budaya” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau
pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya
fisik sekelompok manusia.
Sedangkan definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip
Budiono K, menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh
sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Pengertian
tersebut berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan.
Beberapa pengertian kebudayaan yang lain dari pengertian di atas, antara lain:
- Kebudayaan
adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh
segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial
(masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
- Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup
pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta
kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
- Kebudayaan
merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat
yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan
pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu
kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud
oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia
mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.
Dari pengertian kebudayaan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa; akal
adalah sumber budaya, apapun yang menjadi sumber pikiran, masuk dalam lingkup
kebudayaan. Karena setiap manusia berakal, maka budaya identik dengan manusia
dan sekaligus membedakannya dengan makhluk hidup lain. Dengan akal manusia
mampu berfikir, yaitu kerja organ sistem syaraf manusia yang berpusat di otak,
guna memperoleh ide atau gagasan tentang sesuatu. Dari akal itulah muncul
nilai-nilai budaya yang membawa manusia kepada ketinggian peradaban.
3. Pengertian
Sejarah Peradaban Islam
Dalam bahasa Indonesia,
kata peradaban sering kali dipahami sama artinya dengan kebudayaan. Akan tetapi dalam bahasa Inggris terdapat perbedaan pengertian antara kedua
istilah tersebut, yakni istilah civilization untuk peradaban dan culture untuk kebudayaan.
Sedangkan istilah peradaban (civilization) sendiri adalah masyarakat yang mapan dan kompleks
yang mencakup segi-segi kehidupan politik, administrasi, pendidikan, ilmu
pengetahuan, budaya, agama, hukum, dan sebagainya.
Apabila dikaitkan dengan Islam, maka peradaban
Islam sendiri terjemahan dari kata Arab Al-Hadharah Al-Islamiyyah. Peradaban Islam dapat
dibagi menjadi tiga pengertian yang berbeda-beda:
· Kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang
dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam, mulai dari periode nabi
Muhammad SAW sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang.
· Hasil-hasil yang di capai oleh umat Islam
dalam lapangan kesusastraan, ilmu pengetahuan, dan kesenian.
· Kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan
melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dalam
ibadah-ibadah, penggunaan bahasa dan kebiasaan hidup bermasyarakat.
Dengan
demikian pengertian Sejarah Peradaban Islam adalah keterangan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dari satu waktu ke waktu
lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai sekarang.
4. Manfaat Mempelajari Sejarah
Mempelajari sejarah dalam hal ini sejarah kebudayaan islam memiliki
tujuan dan manfat yang penting bagi kehidupan kita untuk zaman sekarang maupun
untuk zaman yang akan datang. adapun tujuan mempelajari sejarah adalah untuk
mengambil suatu pelajaran dari perjalanan sejarah umat - umat terdahulu, baik
umat yang patuh kepada Allah dan Rasul Nya maupun yang membangkang, kemudian di
jadikan pegangan dan teladan untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan
datang, dalam rangka menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat kelak.
Selain memiliki tujuan, mempelajari sejarah juga sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Adapun diantara manfaat dari mempelajari sejarah adalah
sebagi berikut:
1.
Untuk mengetahui segala sesuatu yang
telah terjadi di masa silam, entah sesuatu itu baik maupun buruk, kemudian hal
itu di jadikan cermin dan teladan bagi kita dalam menjalani hidup dan kehidupan
untuk untuk menggapai kebijakan.
2.
Untuk mengetahui kebudayaan yang di
hasilkan oleh umat Islam dalam sejarah peradaban manusia, dan sumbangsihnya
bagi kehidupan manusia.
3.
Untuk mengetahui peranan dan
sumbangan agama islam dan umat islam bagi kebijakan hidup manusia.
4.
Untuk mendidik diri kita menjadi
orang yang bijak karna dengan mempelajari sejarah kita bisa mengetahui berlakunya
hukum sebab akibat, sehingga kita tidak harus mengalami langsung segala
peristiwa, namun cukup mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu.
5.
Memperoleh
pengalaman mengenai peristiwa-peristiwa sejarah kebudayaan Islam di masa lalu
baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif yang dapat dijadikan hikmah
agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.
6. Mengetahui
teori-teori sejarah kebudayaan Islam yang berlaku agar kemudian dapat
dimanfaatkan dan diterapkan dalam mengatasi berbagai persoalan hidup di masa
kini dan masa yang akan datang.
7.
Menumbuhkan
kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta
bertindak lebih arif dan bijaksana.
8.
Untuk
kelestarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi
kelangsungan hidupnya.
9.
Sebagai
pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh-contoh di masa lampau, sehingga
sejarah memberikan asas manfaat secara lebih khusus demi kelangsungan hidup
itu.
10.
Sebagai sarana
pemahaman mengenai hidup dan mati.
5. Metodologi Penulisan Sejarah
Metodologi
yang dapat digunakan dalam penulisan sejarah adalah metode deskriptif,
komparatif, dan analisis sintetis, berikut penjelasannya;
Ø Metode
Deskriptif
Metode ini bertujuan untuk menggambarkan adanya peradaban
Islam tersebut, maksudnya ajaran Islam sebagai agama samawi yang dibawa Nabi
Muhammad yang berhubunganndengan peradaban diuraikan sebagaimana adanya, dengan
tujuan untuk memahami yang terkandung dalam sejarah tersebut.
Ø Metode
Komparatif
Metode ini merupakan metode yang berusaha membandingkan
sebuah perkembangan peradaban Islam dengan peradaban Islam lainnya. Melalui
metode komparatif dimaksudkan bahwa ajaran ajaran Islam tersebut dikomparasikan
dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam waktu serta tempat-tempat
tertentu untukmengetahui adanya persamaan dan perbedaandalam suatu permasalahan
tertentu. Dengandemikian, dapat diketahui pula adanya garis tertentu yang
menghubungkan peradan Islam dengan peradaban yang dibandingkan.
Ø Metode
Analisis Sintetis
Metode ini dilakukan dengan melihat sosok peradaban
Islam secara lebih kritis, dan analisis dan bahasan yang luas serta kesimpulan
yang spesifik, Dengan demikian, akan tampak adanya kelebihan dan kekhasan
peradan Islam. Hal tersebut akan lebih jelas dengan adanya pendekatan sintetis
yang dimaksudkan untuk meperoleh kesimpulan yang diambil untuk memperoleh satu
keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat penulisan
sejarah peradaban Islam.
D. Kesimpulan
Dari
uraian diatas, dapat penulis simpulkan bahwa:
-
Sejarah adalah semua
peristiwa masa lalu dan sejarah dapat membantu siswa untuk memahami perilaku
manusia dalam tujuan masa kini dan masa depan yang baru.
-
Kebudayaan merupakan hasil
karya, rasa dan cipta masyarakat.
- Sejarah
Peradaban Islam adalah
keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dari satu
waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai sekarang.
-
manfaat dari mempelajari sejarah
diantaranya yaitu; untuk kelestarian identitas kelompok
dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidupnya, sebagai
sarana pemahaman mengenai hidup dan mati.
- Metodologi yang dapat digunakan
dalam penulisan sejarah adalah metode deskriptif, komparatif, dan analisis
sintetis.
DAFTAR PUSTAKA
Effat Ash-Sharqawi, Filsafat Kebudayaan Islam.
Bandung: Penerbit Pustaka, 1986.
Kusumohamidjojo, Filsafat Kebudayaan; Proses
Realisasi Manusia, Yogyakarta: Jalasutra, 2010.
Siti Maryam, Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern,
Yogyakarta, Lesfi, 2009.
Suharso, Ana
Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Semarang: Widya Karya, 2005.
Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah, Terj.
Nugroho Notosusanto. Jakarta : UI Press, 1986.
Sartono Kartodirjo, Pendekatan Ilmu sosial dalam Metodologi
Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.
Ibn Khaldun, Muqaddimah, Terj Ahmadi Thoha, Jakarta:
Pustaka Firdaus, 1996.
Koentjaraningrat, Kebudayaan: Mentalitas dan
Pembangunan, Jakarta: Gramedia, 1985.
Ziauddin Sadar, Masa Depan Peradaban Muslim,
terj.H.M. Mochtar Zoerni, cet. 1, Surabaya: Bina Ilmu, 1985.
http://www.slideshare.net/haidarkrisna/01pengertiansejarahdanmetodesejarahperadabanislam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar