Selasa, 05 April 2016

makalah: SEJARAH PERADABAN ISLAM

PENGERTIAN SEJARAH, KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
ISLAM, MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH,
 METODOLOGI PENULISAN SEJARAH


A.   Pendahuluan
Sejarah merupakan suatu rujukan yang sangat penting saat kita akan membangun masa depan. Berkaitan dengan itu kita bisa tahu apa dan bagaimana perkembangan islam pada masa lampau. Namun, kadang kita sebagai umat islam malas untuk melihat sejarah. Sehingga kita cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang serta merencanakan matang-matang untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan dengan kekuatan apa pun.
Islam diketahui memiliki karakteristik yang khas di bandingkan dengan agama-agama yang datang sebelumnya. Di era globalisasi ini, banyak masyarakat dan khususnya bagi para pelajar yang acuh tak acuh dengan sejarah Negara, apalagi sejarah paradaban islam. Dewasa ini mereka hanya memandang sejarah sebagai dongeng yang membosankan untuk di dengar. Padahal, sejarah, apalagi sejarah peradaban islam sangat penting bagi kita semua.

B.  Rumusan masalah
Sebagaimana diuraikan diatas, maka dalam makalah ini akan membahas beberapa masalah tentang:
1.    Apa Pengertian Sejarah?
2.    Apa Pengertian Kebudayaan?
3.    Apa Pengertian Sejarah Peradaban Islam?
4.    Apa Manfaat Mempelajari Sejarah?
5.    Bagaimana Metodologi Penulisan Sejarah?

C. Pembahasan
1. Pengertian Sejarah
Pengertian “sejarah” secara etimologi dapat ditelusuri dari asal kata Arab syajarah yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal, dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.
Melihat pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi.
Sedangkan pengertian Sejarah Menurut  para tokoh diantaranya yaitu:
1.    Roeslan Abdulgani, mengemukakan bahwa sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan. Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam penyelidikan masa silam tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari perspektif masa depan.
2.    Moh. Yamin, SH, memberikan definisi sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
3.    Ibnu Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
Dari beberapa pengertian sejarah menurut para tokoh diatas dapat penulis tarik kesimpulan bahwa sejarah menyangkut seluruh perubahan dan perkembangan kehidupan manusia serta semua peristiwa masa lalu adalah sejarah. Sejarah dapat membantu siswa untuk memahami perilaku manusia dalam tujuan masa kini dan masa depan yang baru.

2. Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam
Kebudayaan berasal dari kata “budaya” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia.
Sedangkan definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Budiono K, menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Pengertian tersebut berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan.
Beberapa pengertian kebudayaan yang lain dari pengertian di atas, antara lain:
  1. Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
  2. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.
Dari pengertian kebudayaan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa; akal adalah sumber budaya, apapun yang menjadi sumber pikiran, masuk dalam lingkup kebudayaan. Karena setiap manusia berakal, maka budaya identik dengan manusia dan sekaligus membedakannya dengan makhluk hidup lain. Dengan akal manusia mampu berfikir, yaitu kerja organ sistem syaraf manusia yang berpusat di otak, guna memperoleh ide atau gagasan tentang sesuatu. Dari akal itulah muncul nilai-nilai budaya yang membawa manusia kepada ketinggian peradaban.
3. Pengertian Sejarah Peradaban Islam
Dalam bahasa Indonesia, kata peradaban sering kali dipahami sama artinya dengan kebudayaan. Akan tetapi dalam bahasa Inggris terdapat perbedaan pengertian antara kedua istilah tersebut, yakni istilah civilization  untuk peradaban dan culture untuk kebudayaan. Sedangkan istilah peradaban (civilization) sendiri adalah masyarakat yang mapan dan kompleks yang mencakup segi-segi kehidupan politik, administrasi, pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, agama, hukum, dan sebagainya.
 Apabila dikaitkan dengan Islam, maka peradaban Islam sendiri terjemahan dari kata Arab Al-Hadharah Al-Islamiyyah. Peradaban Islam dapat dibagi menjadi tiga pengertian yang berbeda-beda:
·      Kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam, mulai dari periode nabi Muhammad SAW sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang.
·      Hasil-hasil yang di capai oleh umat Islam dalam lapangan kesusastraan, ilmu pengetahuan, dan kesenian.
·      Kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dalam ibadah-ibadah, penggunaan bahasa dan kebiasaan hidup bermasyarakat.
Dengan demikian pengertian Sejarah Peradaban Islam adalah keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dari satu waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai sekarang.

4. Manfaat Mempelajari Sejarah
 Mempelajari sejarah dalam hal ini sejarah kebudayaan islam memiliki tujuan dan manfat yang penting bagi kehidupan kita untuk zaman sekarang maupun untuk zaman yang akan datang. adapun tujuan mempelajari sejarah adalah untuk mengambil suatu pelajaran dari perjalanan sejarah umat - umat terdahulu, baik umat yang patuh kepada Allah dan Rasul Nya maupun yang membangkang, kemudian di jadikan pegangan dan teladan untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang, dalam rangka menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat kelak.
Selain memiliki tujuan, mempelajari sejarah juga sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Adapun diantara manfaat dari mempelajari sejarah adalah sebagi berikut:
1.    Untuk mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi di masa silam, entah sesuatu itu baik maupun buruk, kemudian hal itu di jadikan cermin dan teladan bagi kita dalam menjalani hidup dan kehidupan untuk untuk menggapai kebijakan.
2.    Untuk mengetahui kebudayaan yang di hasilkan oleh umat Islam dalam sejarah peradaban manusia, dan sumbangsihnya bagi kehidupan manusia.
3.    Untuk mengetahui peranan dan sumbangan agama islam dan umat islam bagi kebijakan hidup manusia.
4.    Untuk mendidik diri kita menjadi orang yang bijak karna dengan mempelajari sejarah kita bisa mengetahui berlakunya hukum sebab akibat, sehingga kita tidak harus mengalami langsung segala peristiwa, namun cukup mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu.
5.    Memperoleh pengalaman mengenai peristiwa-peristiwa sejarah kebudayaan Islam di masa lalu baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif yang dapat dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.
 6.    Mengetahui teori-teori sejarah kebudayaan Islam yang berlaku agar kemudian dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam mengatasi berbagai persoalan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
7.    Menumbuhkan kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta bertindak lebih arif dan bijaksana.
8.    Untuk kelestarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidupnya.
9.    Sebagai pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh-contoh di masa lampau, sehingga sejarah memberikan asas manfaat secara lebih khusus demi kelangsungan hidup itu.
10.     Sebagai sarana pemahaman mengenai hidup dan mati.
5. Metodologi Penulisan Sejarah
Metodologi yang dapat digunakan dalam penulisan sejarah adalah metode deskriptif, komparatif, dan analisis sintetis, berikut penjelasannya;
Ø Metode Deskriptif
Metode ini bertujuan untuk menggambarkan adanya peradaban Islam tersebut, maksudnya ajaran Islam sebagai agama samawi yang dibawa Nabi Muhammad yang berhubunganndengan peradaban diuraikan sebagaimana adanya, dengan tujuan untuk memahami yang terkandung dalam sejarah tersebut.
Ø Metode Komparatif
Metode ini merupakan metode yang berusaha membandingkan sebuah perkembangan peradaban Islam dengan peradaban Islam lainnya. Melalui metode komparatif dimaksudkan bahwa ajaran ajaran Islam tersebut dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam waktu serta tempat-tempat tertentu untukmengetahui adanya persamaan dan perbedaandalam suatu permasalahan tertentu. Dengandemikian, dapat diketahui pula adanya garis tertentu yang menghubungkan peradan Islam dengan peradaban yang dibandingkan.
Ø Metode Analisis Sintetis
Metode ini dilakukan dengan melihat sosok peradaban Islam secara lebih kritis, dan analisis dan bahasan yang luas serta kesimpulan yang spesifik, Dengan demikian, akan tampak adanya kelebihan dan kekhasan peradan Islam. Hal tersebut akan lebih jelas dengan adanya pendekatan sintetis yang dimaksudkan untuk meperoleh kesimpulan yang diambil untuk memperoleh satu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat penulisan sejarah peradaban Islam.

D. Kesimpulan
Dari uraian diatas, dapat penulis simpulkan bahwa:
-          Sejarah adalah semua peristiwa masa lalu dan sejarah dapat membantu siswa untuk memahami perilaku manusia dalam tujuan masa kini dan masa depan yang baru.
-          Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
-  Sejarah Peradaban Islam adalah keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam dari satu waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai sekarang.
-          manfaat dari mempelajari sejarah diantaranya yaitu; untuk kelestarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidupnya, sebagai sarana pemahaman mengenai hidup dan mati.
-   Metodologi yang dapat digunakan dalam penulisan sejarah adalah metode deskriptif, komparatif, dan analisis sintetis.

DAFTAR PUSTAKA


Effat Ash-Sharqawi, Filsafat Kebudayaan Islam. Bandung: Penerbit Pustaka, 1986.
Kusumohamidjojo, Filsafat Kebudayaan; Proses Realisasi Manusia, Yogyakarta: Jalasutra, 2010.
Siti Maryam, Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern, Yogyakarta, Lesfi, 2009.
Suharso,  Ana Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Semarang: Widya Karya, 2005.
Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah, Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta : UI Press, 1986.
Sartono Kartodirjo, Pendekatan Ilmu sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.
Ibn Khaldun, Muqaddimah, Terj Ahmadi Thoha, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996.
Koentjaraningrat, Kebudayaan: Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia, 1985.
Ziauddin Sadar, Masa Depan Peradaban Muslim, terj.H.M. Mochtar Zoerni, cet. 1, Surabaya: Bina Ilmu, 1985.
http://www.slideshare.net/haidarkrisna/01pengertiansejarahdanmetodesejarahperadabanislam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar